Bupati Basel Resmikan Monumen Gerhana Matahari Total di Pantai Tanjung Kerasak

Tukak Sadai - Kecamatan Tukak Sadai memiliki tiga pilar utama yakni diantaranya pengembangan kawasan industri, kawasan wisata dan perikanan. Kedepannya diharapkan masih banyak lagi program pembangunan yang memang dibutuhkan seluruh masyarakat khususnya kecamatan Tukak Sadai serta program unggulan lain untuk semakin meningkatkan dan memajukan daerah. Selain itu, diharapkan juga untuk lebih meningkatkan produk-produk unggulan guna meningkatkan daya tarik wisata.

Demikian seperti yang diungkapkan Camat Tukak Sadai M. Zamroni, SSTP saat memberikan sambutan saat Perayaan Hari Jadi Ke - 16 Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sekaligus peresmian monumen Gerhana Matahari Total, di pantai Tanjung Kerasak, Selasa (12/02/2019).

Dikatakan Zamroni, pihaknya dalam hal tersebut telah bersinergi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kab. Basel, sekaligus meresmikan monumen Gerhana Matahari Total. Menurutnya, hal tersebut (monumen) sangat besar nilainya, dapat meningkatkan kemajuan pariwisata Basel khususnya di daerah Kecamatan Tukak Sadai.

Sementara Bupati Bangka Selatan Drs. H. Justiar Noer , S.T, M.M, M.Si dalam sambutannya mengatakan
di kecamatan Tukak Sadai ini, potensi kelautan, pariwisata dan perikanan sangat potensial. Maka, kata Justiar, perlu dibangun pengembangan kawasan industri sadai dan sekitarnya dan pengembangan industri minapolitan. Dikatakan dia, tahap awal telah kita bangun jalan lintas timur dan peningkatan ruas jalan lintas timur akan segera dilaksanakan dan dilanjutkan pembangunan ruas jalan baru lintas barat, program pembangunan Basel merata berbasis PIWK, pembangunan PLTU Tanjung Kemirai, pengembangan destinasi, wisata pesisir dan pulau-pulau kecil, dan pengembangan pelabuhan sadai.

Berkaitan dengan fenomena alam Gerhana Matahari Total yang terjadi beberapa tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 09 maret 2016, dijelaskan Justiar, Gerhana Matahari Total terlihat jelas dari pantai Tanjung Kerasak, Pemkab Basel dengan dukungan dari semua elemen masyarakat berinisiatif untuk mengabadikan peristiwa gerhana matahari total tersebut dalam bentuk monumen. 

"Tujuan pembangunan monumen Gerhana Matahari Total (GMT) selain untuk mengabadikan fenomena alam yang langka, juga diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata di pantai Tanjung Kerasak sehingga ke depannya akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke pantai tanjung kerasak ini dan pada akhirnya dapat menciptakan multiplier effects untuk masyarakat setempat. Dengan kata lain masyarakat akan semakin luas kesempatan berusahanya dan semakin luas lapangan kerjanya dalam pemanfaatan daya tarik objek wisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya," kata Justiar.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kab. Basel Haris Setiawan saat ditemui tim redaksi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Basel membangun monumen ini sebagai peringatan adanya fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 silam. "Fenomena Gerhana Matahari Total merupakan momen yang langka, jadi kami ambil inisiatif, atas perintah Bupati Bangka Selatan, dimana selain untuk memberikan informasi tentang adanya fenomena GMT juga untuk meningkatkan daya tarik wisata, destinasi wisata yang ada di Bumi Junjung Besaoh khususnya di Pantai Tanjung Kerasak," ungkapnya.

Didalamnya, lanjut Haris, terdapat beberapa parade foto kegiatan saat terjadinya Gerhana Matahari Total pada tahun 2016 silam. Selain itu, imbuh dia terdapat ruang untuk pengelola serta lokasi untuk selfie bagi para pengunjung yang terdapat pada bagian atas monumen.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan peresmian Monumen Gerhana Matahari Total (GMT) oleh Bupati Basel Drs. H. Justiar Noer , S.T, M.M, M.Si didampingi Forkopimda Basel. (*edokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Edi Saputra
Editor: 
Rustam | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo