Sosialisasi Gema Cermat, Wakil Bupati : Tenaga Farmasi Khususnya Apoteker Merupakan "Agent Of Change"

Toboali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Gunakan Obat (Gema Cermat) kepada masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Gedung Nasional Suhaili Toha Toboali, Selasa (9/10/2018) pagi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 13 November 2015 yang lalu di Jakarta.Tujuannya dilakukan kegiatan ini karena salah satu masalah terkait penggunaan obat pada masyarakat diantaranya adalah karena kurangnya informasi yang memadai tentang obat.

Hal ini dikatakan Bupati Basel, Justiar Noer melalui Wakil Bupati Basel, Riza Herdavid, dimana menurutnya ketidakseimbangan penyampaian antara tenaga kesehatan kepada pasien terkadang menyebabkan pasien pasrah dan tidak tahu tentang obat yang diresepkan oleh dokter. Hal ini, imbuh dia, tentunya dapat memicu ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat sehingga tujuan pengobatan tidak tercapai.

"Tenaga farmasi khususnya apoteker perlu bekerja keras dan berperan aktif sebagai "Agent Of Change" untuk menerapkan praktek yang bertanggungjawab dan memberikan informasi terhadap pasien atau masyarakat sesuai dengan obat yang diterimanya dan informasi lain yang diperlukan terkait obat yang akan digunakan," ucap dia di depan tamu undangan dan para peserta yang hadir dan Narasumber dari Praktisi Farmasi Komunitas Isna Dispera, S.Farm,. Apt.

Apoteker, lanjut Riza, dinyatakan berhasil menjadi agen perubahan jika dapat mengedukasi masyarakat cerdas menggunakan obat dengan berprinsip pada 5 (lima) O. "Apoteker harus dapat mengedukasinya dengan prinsip 5 (lima) O, yakni O yang pertama adalah Obat ini apa nama kandungannya, kedua, Obat ini apa khasiatnya ataupun indikasinya, ketiga, Obat ini berapa dosisnya, dan keempat, Obat ini bagaimana cara menggunakannya, serta yang terakhir, Obat ini apa efek sampingnya," jelas dia sembari berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih bijak dan tepat dalam menggunakan obat-obatan yang dikonsumsi sehingga masyarakat lebih cerdas dalam memilih obat-obatan yang diperlukan terutama untuk pengobatan sendiri atau swamedikasi. (*erokfo)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Humpro Basel
Editor: 
Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo