Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Sosialisasi Digelar Terkait Kawasan Kota Baru Batu Betumpang

Toboali - Kecamatan Pulau Besar menggelar Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Sosialisasi Petunjuk Teknis Akses Permodalan Pada Tahun 2019, di Kecamatan Pulau Besar, Kamis (13/06/2019).

Diawali dengan pengantar dari tim narasumber Pengembangan Usaha Transmigrasi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Ir Ambar Pertiwiningrum, M.Si. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi secara teknis langsung interview ke masing-masing pengelola.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Koperasi dan UKM, Basu Priatna mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penerapan atau akses permodalan ke pihak perbankan melalui lembaga-lembaga yang dibentuk di Kawasan Perkotaan Baru (KPB). "Dengan akses permodalan yang sudah terbentuk atau terjalin dengan kelembagaan yang sudah ada di kawasan KPB ini, sehingga nanti akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mempunyai modal-modal kerja yang dibantu oleh perbankan," papar dia.

Hal senada juga diungkapkan Camat Pulau Besar Sumindar, dimana dalam kegiatan tersebut menjelaskan bagaimana mekanisme mengembangkan kawasan perkotaan baru melalui akses-akses permodalan. "Permodalan sangat penting bagi kelembagaan yang ada pada area kawasan perkotaan baru. Harapannya  kegiatan pada sore hari ini mampu menjadi motivasi bagi masyarakat yang di kawasan perkotaan baru agar bisa termotivasi untuk bisa meningkatkan kemampuannya di dalam mengelola usaha-usaha yang ada, baik UMKM, usaha-usaha yang diperoleh masyarakat melalui akses permodalan yang ada," terang dia.

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi satu motivasi khusus, penyemangat bagi mereka yang berada, atau yang tinggal pada posisi kawasan perkotaan baru Kota Batu Betumpang tahun 2019 ini.

Dijelaskannya pula bahwa KPB Batu Betumpang itu terdiri atas 16.000 hektar area yang tecakup didalamnya, terdiri atas desa Nyelanding, desa Sidoarjo, desa Panca Tunggal, desa Sumber Jaya Permai, desa Panca tunggal, desa Batu Betumpang, desa Bedengung dan desa Sukajaya. Area ini, imbuh dia, punya titik lemah yaitu pada akses permodalan, sehingga dilaksanakanlah kegiatan sosialisasi ini, sekaligus terkait kedatangan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan semua jurusan yang ada mulai dari Fakultas kedokteran hewan sampai Fakultas Ilmu Sosial. (*edokfo)

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Edo Lebiro
Fotografer: 
Tim Redaksi
Editor: 
Avril
Bidang Informasi: 
Kominfo